Shoes and Care, Jakarta - Sepatu lari adalah salah satu perlengkapan penting bagi para pelari. Selain menunjang kenyamanan saat berlari, kondisi sepatu juga dapat memengaruhi performa dan keamanan kaki. Karena digunakan secara rutin dan sering terkena keringat, debu, lumpur, hingga air, sepatu lari tentu membutuhkan perawatan yang tepat.
Namun, mencuci sepatu lari tidak bisa dilakukan sembarangan. Penggunaan sabun yang salah, cara menyikat yang terlalu keras, hingga menjemur sepatu langsung di bawah sinar matahari dapat membuat material sepatu lebih cepat rusak. Lalu, bagaimana cara mencuci sepatu lari yang benar? Berikut beberapa do’s and don’ts yang perlu kamu ketahui!
DO: Bersihkan Sepatu Secara Rutin
Jangan menunggu sepatu terlihat sangat kotor sebelum dibersihkan. Setelah digunakan untuk long run, trail run, atau berlari di jalan yang berlumpur, sebaiknya segera bersihkan kotoran yang menempel. Membersihkan sepatu secara rutin membantu mencegah kotoran menumpuk dan masuk ke bagian material sepatu. Selain itu, sepatu yang rutin dibersihkan juga akan lebih nyaman digunakan dan terlihat lebih terawat.
Tidak harus selalu dicuci secara menyeluruh. Untuk kotoran ringan, kamu cukup membersihkan bagian upper dan outsole menggunakan sikat lembut atau kain yang sedikit lembap.
DO: Lepaskan Insole dan Tali Sepatu
Sebelum mulai mencuci, lepaskan tali sepatu dan insole jika memungkinkan. Kedua bagian tersebut sebaiknya dibersihkan secara terpisah. Tali sepatu dapat dicuci dengan tangan menggunakan air dan sabun yang lembut. Sementara itu, insole cukup dibersihkan menggunakan kain atau sikat lembut yang sudah dibasahi. Cara ini membuat proses pembersihan menjadi lebih maksimal, terutama pada area yang biasanya sulit dijangkau ketika tali dan insole masih terpasang.
DO: Gunakan Sikat yang Lembut
Untuk membersihkan upper sepatu lari, gunakan sikat berbulu lembut. Sikat secara perlahan dengan gerakan searah atau melingkar ringan. Untuk bagian outsole, kamu bisa menggunakan sikat yang sedikit lebih kuat karena area tersebut memang lebih tahan terhadap gesekan. Namun, tetap hindari menyikat dengan tekanan berlebihan. Perlakuan yang terlalu kasar dapat merusak serat kain pada upper, lapisan pelindung, hingga membuat permukaan sepatu terlihat cepat aus.
DO: Gunakan Sabun yang Lembut
Air saja terkadang tidak cukup untuk menghilangkan keringat dan kotoran yang menempel. Kamu bisa menggunakan sabun dengan formula lembut dan mencampurkannya dengan air. Hindari penggunaan deterjen yang terlalu keras karena bahan kimia tertentu dapat memengaruhi warna dan material sepatu. Gunakan secukupnya dan pastikan tidak meninggalkan banyak residu setelah proses pencucian.

DON’T: Jangan Langsung Memasukkan Sepatu ke Mesin Cuci
Meskipun terlihat praktis, mencuci sepatu lari menggunakan mesin cuci bukan pilihan terbaik. Putaran mesin dapat memberikan tekanan dan gesekan yang berlebihan pada sepatu. Bagian upper, lem, midsole, hingga struktur sepatu dapat terkena dampaknya. Beberapa sepatu mungkin terlihat baik-baik saja setelah sekali dicuci dengan mesin, tetapi penggunaan metode tersebut secara berulang berpotensi mempercepat kerusakan.
Karena itu, mencuci menggunakan tangan tetap menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga kondisi sepatu.
DON’T: Jangan Merendam Sepatu Terlalu Lama
Sepatu lari sebaiknya tidak direndam dalam air dalam waktu lama. Air yang masuk terlalu banyak ke dalam material sepatu dapat membuat proses pengeringan menjadi lebih sulit. Selain itu, beberapa bagian sepatu menggunakan perekat yang tidak dirancang untuk terus-menerus terendam air. Jika terlalu sering dilakukan, hal tersebut berpotensi memengaruhi daya rekat pada bagian tertentu.
Jika sepatu sangat kotor, lebih baik melakukan pembersihan secara bertahap daripada merendamnya dalam waktu lama.
DON’T: Jangan Menyikat Terlalu Keras
Sepatu yang sangat kotor memang membutuhkan usaha lebih untuk dibersihkan. Namun, bukan berarti kamu harus menyikatnya sekuat tenaga. Menyikat terlalu keras dapat membuat material upper berbulu, berubah tekstur, bahkan mengalami kerusakan. Untuk noda yang sulit dibersihkan, gunakan sabun lembut dan ulangi proses penyikatan secara perlahan.
Ingat, tujuan mencuci sepatu adalah menghilangkan kotoran, bukan mengikis materialnya.
DON’T: Jangan Menjemur Langsung di Bawah Matahari
Setelah dicuci, hindari menjemur sepatu lari langsung di bawah sinar matahari yang sangat terik. Suhu tinggi dapat memengaruhi material sepatu dan berpotensi membuat warna lebih cepat pudar. Cara yang lebih aman adalah mengeringkan sepatu di tempat yang teduh, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan tidak lembap. Kamu juga bisa memasukkan kertas atau tisu kering ke dalam sepatu untuk membantu menyerap air.
Namun, jangan menggunakan koran dengan tinta yang mudah luntur karena dapat menodai bagian dalam sepatu.
DON’T: Jangan Gunakan Hair Dryer atau Pemanas
Ingin sepatu cepat kering? Jangan tergoda menggunakan hair dryer dengan suhu panas atau menaruh sepatu di dekat sumber panas. Temperatur tinggi dapat memengaruhi material upper, foam, dan perekat pada sepatu. Lebih baik bersabar dan membiarkan sepatu mengering secara alami.
Jika sepatu sangat basah, keluarkan insole dan buka tali sepatu agar sirkulasi udara di dalamnya lebih baik.
Sepatu Lari Juga Butuh “Istirahat”
Selain rutin dibersihkan, memberikan waktu bagi sepatu untuk mengering dan kembali ke kondisi normal setelah digunakan juga penting. Jika memungkinkan, gunakan lebih dari satu pasang sepatu untuk latihan agar setiap sepatu memiliki waktu untuk beristirahat. Dengan perawatan yang tepat, sepatu lari tidak hanya terlihat lebih bersih, tetapi juga dapat membantu menjaga kenyamanan dan kondisi materialnya dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, mencuci sepatu lari bukan sekadar soal membuatnya terlihat bersih. Cara mencuci yang tepat juga merupakan bagian dari perawatan agar sepatu tetap nyaman digunakan untuk menemani berbagai aktivitas lari kamu. Dengan kebiasaan sederhana tersebut, sepatu lari kesayanganmu bisa tetap bersih, nyaman, dan lebih awet menemani setiap kilometer.