Mencuci Sepatu dengan Sabun Cuci Piring? Apakah Aman? Begini Faktanya

Ravi Hakeem Kusuma Rahman | 07 Sep, 2026 | 4 menit baca
Mencuci Sepatu dengan Sabun Cuci Piring? Apakah Aman? Begini Faktanya

Jakarta, Shoes and Care - Ketika sepatu mulai terlihat kotor, hal pertama yang biasanya dicari di rumah adalah sabun cuci piring. Bentuknya cair, mudah ditemukan, dan dikenal ampuh dalam mengangkat minyak serta kotoran. Karena itu, banyak orang berpikir sabun cuci piring bisa menjadi “senjata” untuk membersihkan sepatu. Tapi, apakah benar aman digunakan?

Jawabannya: bisa, tetapi tidak untuk semua sepatu dan tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu kamu pahami sebelum menuangkan sabun cuci piring ke sepatu kesayangan.

Kenapa sabun cuci piring bisa membersihkan sepatu?

Sabun cuci piring memang dibuat untuk mengangkat lemak, minyak, dan kotoran dari permukaan. Kandungan surfaktan di dalamnya membantu melepaskan kotoran sehingga lebih mudah dibilas dengan air. Inilah alasan sabun cuci piring kadang efektif untuk membersihkan bagian sepatu yang terkena noda ringan. 

Namun, sepatu bukanlah piring. Material sepatu jauh lebih beragam. Ada mesh, knit, canvas, suede, kulit, hingga material sintetis. Setiap bahan mempunyai karakter dan tingkat ketahanan yang berbeda terhadap air, sabun, gesekan, dan proses pengeringan.

Jadi, aman atau tidak?

Untuk sepatu berbahan tertentu seperti mesh atau kanvas, sabun cuci piring yang digunakan sedikit dan sudah diencerkan dengan air dapat digunakan untuk membersihkan noda ringan. Syaratnya, jangan menggunakan sabun terlalu banyak, jangan menyikat terlalu keras, dan jangan merendam sepatu terlalu lama.

Masalah biasanya muncul ketika sabun digunakan secara berlebihan. Sisa sabun yang tidak terbilas sempurna bisa tertinggal di serat sepatu. Akibatnya, permukaan dapat terasa kaku, mudah menangkap debu, atau meninggalkan bekas setelah kering. Pada beberapa material dan warna tertentu, proses pembersihan yang terlalu agresif juga dapat memengaruhi tampilan sepatu.

Hindari untuk material yang sensitif

Kalau sepatu kamu berbahan suede, nubuck, atau kulit, sebaiknya jangan asal menggunakan sabun cuci piring. Material tersebut membutuhkan metode pembersihan yang lebih spesifik. Terlalu banyak air atau penggunaan produk yang tidak sesuai dapat mengubah tekstur, warna, bahkan tampilan permukaannya. Sepatu dengan detail khusus juga perlu diperhatikan. Misalnya, sepatu memiliki lapisan coating, printing, bordir, atau bagian yang menggunakan perekat. Penggunaan air, sabun, dan sikat secara berlebihan berpotensi membuat bagian tertentu lebih cepat rusak.

Yang sering salah justru cara mencucinya

Selain produk pembersih, teknik mencuci juga sangat menentukan hasil akhir. Banyak orang langsung membasahi seluruh sepatu, memberikan sabun sebanyak-banyaknya, kemudian menyikat sekuat tenaga. Padahal, cara seperti ini belum tentu membuat sepatu lebih bersih.

Sebaiknya, lepaskan tali dan insole jika memungkinkan. Bersihkan kotoran kering terlebih dahulu menggunakan sikat lembut. Setelah itu, gunakan larutan pembersih secukupnya dan fokus pada area yang kotor. Gosok perlahan dengan gerakan terkontrol, lalu lap atau bilas sesuai karakter materialnya.

Jangan lupa proses pengeringan. Hindari menjemur sepatu langsung di bawah terik matahari dalam waktu lama karena panas berlebih dapat memengaruhi warna, lem, dan bentuk sepatu. Keringkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik dan biarkan sepatu benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

Jangan terjebak dalam anggapan bahwa semakin banyak sabun berarti semakin bersih. Prinsip ini justru bisa membuat proses pembilasan lebih sulit. Begitu juga dengan penggunaan deterjen pakaian atau pemutih sebagai pengganti cleaner sepatu. Produk rumah tangga memiliki fungsi masing-masing, sehingga belum tentu cocok untuk material sepatu.

Sebelum mencuci, selalu cek label perawatan atau informasi dari produsen. Jika tidak yakin, lakukan uji coba pada area kecil yang tersembunyi terlebih dahulu. Langkah sederhana ini dapat membantu melihat apakah warna atau tekstur material berubah setelah terkena cairan pembersih.

Pada akhirnya, merawat sepatu bukan hanya soal menghilangkan noda, tetapi juga menjaga material dan bentuknya agar tetap nyaman digunakan sehari-hari dalam jangka panjang secara optimal.

Lalu, kapan sebaiknya menggunakan jasa profesional?

Kalau sepatu hanya terkena debu atau noda ringan, kamu masih bisa membersihkannya sendiri dengan cara yang tepat. Tetapi, untuk sepatu berbahan sensitif, sepatu berwarna terang, noda membandel, atau sepatu yang sudah lama tidak dibersihkan, menggunakan jasa cuci sepatu profesional bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Jasa profesional biasanya tidak hanya mengandalkan sabun. Proses pembersihan disesuaikan dengan material dan kondisi sepatu, mulai dari pemilihan cleaner, jenis sikat, teknik pencucian, sampai proses pengeringan. Dengan begitu, risiko kesalahan saat mencuci sendiri bisa diminimalkan.

Kalau kamu ingin sepatu dibersihkan tanpa perlu repot mencoba berbagai cara di rumah, kamu bisa mempertimbangkan Shoes and Care. Sebagai jasa perawatan sepatu profesional, Shoes and Care membantu menangani sepatu dengan proses yang disesuaikan dengan jenis material dan tingkat kotornya.

Jadi, apakah sabun cuci piring aman untuk mencuci sepatu? Jawabannya bukan sekadar “aman” atau “tidak aman”. Untuk noda ringan pada material tertentu, sabun cuci piring yang diencerkan mungkin bisa digunakan. Namun, penggunaannya harus secukupnya dan teknik mencuci tetap harus diperhatikan. Kalau masih ragu dengan material sepatu kamu, jangan asal bereksperimen. Sepatu yang sudah terlanjur rusak tentu akan membutuhkan biaya dan perawatan lebih besar. Untuk hasil yang lebih aman dan praktis, serahkan perawatannya kepada jasa profesional seperti Shoes and Care, supaya sepatu tetap bersih, terawat, dan nyaman dipakai lebih lama.

 

Artikel Terkait