Mengulas Kembali Perjalanan Sepatu NMD R1: Dari Peluncuran Hingga Kehadirannya di Komunitas Sneaker

Jakarta, Shoes and Care - Bagi para pecinta sneakers, pasti sudah tidak asing dengan produk sneakers besutan brand Adidas ini. Yes, Adidas NMD R1. Sepatu ini pertama kali dirilis pada Desember 2015. Pada saat itu, publik dikejutkan dengan teaser dari Adidas yang akan meluncurkan sepatu berdasarkan gabungan dari tiga produk unggulan mereka saat itu, yaitu Adidas Micropacer, Rising Star, dan Adidas Boston Super yang masing-masing dirilis pada tahun 1984,1985 dan 1986. Namun, Adidas berencana untuk tidak hanya menggabungkan kultur dari tiga sepatu tersebut. Adidas ingin membuat sebuah sepatu yang bisa melampaui teknologi dan kepopuleran dari tiga sepatu ikonik ini. Kemudian, lahirlah Adidas NMD R1 ini yang langsung menggemparkan skena sneakers dunia. Lalu, dalam jangka waktu delapan tahun ini, apakah NMD R1 ini masih tetap menjadi tren atau sebaliknya? Mari kita bahas dalam artikel ini. 

NMD R1: Sebuah Revolusi Terobosan Adidas

Tanggal 9 Desember 2015 merupakan tanggal yang bersejarah bagi Adidas, pasalnya di tanggal itu pertama kali Adidas NMD R1 dirilis untuk publik dengan siluet warna hitam, biru dan merah. Adidas menggabungkan tiga sepatu ikonik yang sudah disebutkan sebelumnya, namun dengan teknologi yang memungkinkan untuk nyaman dipakai sehari-hari.  Adidas NMD R1 dibuat dengan perpaduan antara BOOST dan Primeknit, menghasilkan sneaker yang sempurna untuk fashion, memberikan kelincahan yang sempurna untuk kegiatan sehari-hari. Saat pertama kali dirilis, sepatu ini sudah dijuluki sebagai “Shoes of the Year” mengingat NMD R1 dirilis pada akhir tahun 2015. Hebatnya, sepatu ini berhasil terjual sejumlah 400.000 pasang! Angka yang sangat besar dan hebat mengingat sepatu ini merupakan model baru yang belum dicoba dan diuji.

Lalu, apa singkatan dari kata “NMD” itu sendiri? menurut adidas Originals VP Global Design, Nic Galway, singkatan tersebut tidak berarti apa-apa. Dalam sebuah wawancara dengan HYPEBEAST, Nic menjelaskan bahwa saat itu tim Adidas saling memantulkan nama yang pas untuk sepatu ini, kebetulan kata kode tiga huruf ini menempel begitu saja. Seiring dengan waktu, sepatu ini banyak digunakan oleh para pelancong yang sering berpetualang untuk mendapatkan pengalaman berpetualang. Maka itu, NMD memiliki julukan “Nomad” atau pengembara. Sedangkan, huruf R sendiri bermakna "Runner" atau pelari dimana sepatu ini diklaim nyaman digunakan untuk sehari-hari ataupun aktivitas olahraga lari.

Demand terhadap sepatu ini pada saat awal rilis sangat bagus, bahkan Adidas harus terhuyung-huyung merilis warna dan variannya. Setiap varian dan warna yang baru dirilis, hype sepatu ini seperti menembus langit. Bahkan, ketika Adidas meluncurkan varian “Key City” yang hanya dirilis sebanyak 1000 pasang di enam kota banyak sneakerhead memburu sepatu ini dan menjual kembali dengan harga lebih dari dua kali lipat. Dua minggu kemudian, raksasa sepatu asal Jerman itu merilis varian "Triple White" yang menyebabkan tren sepatu ini semakin melonjak. Kemudian, disusul versi "Pitch Black" yang diluncurkan satu bulan setelahnya pada bulan Januari 2016. Sama sekali tidak ada yang bisa menghentikan adidas NMD pada saat itu. Meskipun diluncurkan dalam jumlah besar di seluruh dunia, sepatu ini masih terjual habis seperti tidak ada hari esok. Dalam laman pencarian Google sendiri, kata “NMD” memiliki skor 100. 

Kejatuhan yang Tidak Disangka-Sangka

Sayang seribu sayang, Adidas terlalu terlena dengan kesuksesan besar dari NMD R1. Adidas merilis NMD CS1, C1 dan XR1, namun semua itu tidak ada yang bisa mengalahkan pamor R1. Publik sudah kepalang puas dengan kualitas dan hype dari R1 itu sendiri, bahkan R1 memiliki edisi kolaborasi bersama brand-brand besar seperti Packer, White Mountaineering, Neighborhood hingga A bathing ape. Sebagai pembaharuan dari versi NMD R1, Adidas meluncurkan Adidas R2 sebagai versi lebih baik dari R1. Sayangnya, R2 tidak berhasil menerapkan menangkap kualitas yang lebih baik dari pendahulunya. Meskipun R2 menawarkan bantalan dan kenyamanan yang lebih baik, tetap saja gagal membuat sneakerhead terkesan. R2 memiliki Primeknit yang lebih tebal serta struktur yang lebih kaku dibandingkan dengan R2. Pada tahun 2016, survey yang dilakukan oleh The Sole Supplier menunjukkan bahwa 90% orang setuju bahwa R1 lebih baik dari R2 dalam segala hal.

Kesialan ini berlanjut pada tahun 2017 dimana Adidas meluncurkan NMD CS2. Meskipun tidak seburuk R2, namun CS2 masih merupakan sebuah downgrade besar-besaran dibandingkan dengan R1. CS2 memiliki bentuk bagian atas yang rendah dan  bentuk yang terlihat jauh lebih sempit, pastinya tidak senyaman R1. Dari sini kita bisa melihat bahwa adidas sedang mengalami sedikit kepanikan. Penjualan Adidas menjadi rendah dan para penyuka sepatu sudah mulai mencari sepatu alternatif lain karena kekecewaan ini. Melihat situasi ini, tidak ada pilihan lain bagi Adidas selain meluncurkan kembali Adidas NMD R1 ke pasaran. 

Kembalinya R1 ini tentu memicu semangat para pecinta sepatu, bahkan orang yang belum pernah mendapat kesempatan untuk memiliki sepatu ini langsung mempersiapkan diri untuk mendapatkannya. Mulai dari sini, terlihat kerja keras Adidas untuk memulihkan kembali nama “NMD” dengan meluncurkan NMD R1. Di saat yang bersamaan, Adidas juga meluncurkan Ultra Boost berbarengan dengan peluncuran kembali NMD R1. Saat itu juga, NMD kembali tenggelam dengan kepopuleran Ultra Boost. Kejadian ini semakin diperkuat dengan kepopuleran Ultra Boost 1.0 “Ultra White” yang pada saat itu dipakai oleh Kanye West. Kepopuleran NMD yang sebelumnya digemari oleh para sneakerhead, menjadi sebuah sepatu yang dianggap satu level di bawah Ultra Boost. Para sneakerhead saat itu menjuluki singkatan NMD sebagai “No More Drops”. Apakah NMD akan bangkit lagi?

Kebangkitan NMD R1

Pada bulan Desember 2019, Adidas meluncurkan sebuah penyempurnaan dari NMD R1 dengan nama NMD R1 V2.

Sepatu ini diluncurkan dengan warna yang lebih bervariatif dan dijual dengan harga yang lebih murah, menjadikannya sebuah impian bagi orang-orang yang ingin memiliki sepatu ini sejak lama. Berbeda dengan versi sebelumnya, R1 V2 memiliki perubahan yang tidak terlalu banyak dengan mempertahankan lekukan-lekukan yang mirip dengan versi terdahulu. Adidas merekonstruksi ulang bahan mesh yang digunakan menggantikan  Primeknit untuk mendapatkan  fitur sepatu yang nyaman dan adem. Adidas juga meningkatkan kualitas EVA dengan kualitas yang sangat halus untuk kesan futuristik, sementara sistem pengaitnya mempertahankan pengaturan lubang kulit yang sama dengan pendahulunya. Bagian vamp pada sepatu dihiasi dengan branding "NMD" dalam font huruf besar yang tebal. R1 V2 diadaptasi oleh pendahulunya, R1, tetapi dengan penyempurnaan yang lebih modern. Hingga pada Agustus 2022 silam, Adidas telah meluncurkan pembaharuan lagi dengan nama Adidas NMD V3. 

NMD R1 yang tersusun atas bahan mesh, Primeknit, dan low top masih menguasai pasar hingga kini. Ada beberapa versi yang diluncurkan setelah versi originalnya, namun originalnya tetap menjadi versi yang populer hingga saat ini. NMD R1 masih menjadi sepatu yang layak dikoleksi hingga kini. Heritage yang ditawarkan, fitur, serta cerita kejatuhan dan bagaimana NMD R1 bisa mendapatkan hati sneakerhead kembali selalu menjadi inspirasi brand lain untuk meluncurkan sepatu yang ikonik. Apakah kamu punya sepatu keren ini?

 

Postingan terbaru